Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Begini Strategi Danantara Tekan Ketergantungan Impor

CTO Danantara, Sigit Puji Santosa, menegaskan strategi pengurangan ketergantungan impor melalui substitusi impor dan hilirisasi sumber daya alam. Dalam Mindialogue 2026 di Jakarta (12/8/2026), Sigit menyatakan industri Indonesia tidak harus selalu mengimpor, terutama menghadapi volatilitas kurs dan ketidakpastian global. Fokus utamanya industri pertahanan: kebutuhan bahan pendorong amunisi yang produsennya terbatas dan lead time-nya bertahun-tahun. Danantara telah berhasil mengembangkan produk 100% material lokal, lulus sertifikasi standar NATO, dan sedang scaling up produksi dari 10 ton ke 70 ton, menarget 1.000 ton (cukup untuk kebutuhan domestik) hingga 2.300 ton (potensi ekspor).

Strategi agresif Danantara mencakup integrasi menyeluruh dari hulu hingga hilir agar rantai produksi-distribusi tidak terputus. Sigit mengakui tantangan historis: industri ekstraktif dominan era 1970-80an, missing link di tengah, serta keterbatasan teknologi, SDM, dan modal besar. Namun kini kebutuhan investasi hilirisasi "not a problem anymore" berkat kehadiran Danantara. Pemerintah sangat mendukung kolaborasi SDM lokal dengan mitra terbaik untuk percepat kemandirian industri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait