Belanja AI Lampaui Era Rel dan Dotcom, tapi Minim Imbal Hasil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Investasi untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kini melampaui belanja pada era rel dan dotcom, namun imbal hasilnya masih belum terbukti kuat secara historis. Analisis Reuters menunjukkan bahwa besarnya investasi ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan industri AI untuk menghasilkan pendapatan yang sepadan. Menurut David Crawford, Ketua Praktik Teknologi Global Bain & Company, infrastruktur AI sedang dibangun jauh lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan, dan pendanaannya akan membutuhkan tambahan sekitar satu persen terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global setiap tahun.
Proyeksi PwC yang dimodelkan Oxford Economics memperkirakan belanja modal pusat data global mencapai USD31,6 triliun hingga tahun 2050. Nilai tersebut berada dalam kisaran USD22 triliun hingga hampir USD50 triliun, bergantung pada kecepatan adopsi AI. Jumlah ini jauh melampaui belanja pada periode ledakan pembangunan rel serta dotcom setelah memperhitungkan inflasi.
Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah investasi masif ini dapat memberikan imbal hasil yang layak. Infrastruktur AI sedang dibangun lebih cepat dari pertumbuhan permintaan pasarnya, sehingga menimbulkan risiko ketimpangan pasok dan permintar. Analis menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan penciptaan keuntungan nyata agar investasi ini tidak hanya menjadi beban biaya tanpa manfaat yang nyata bagi perekonomian global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.35
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.916 per Dolar AS Selasa Pagi
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 07.20
Rhenald Kasali Wanti-wanti Dedi Mulyadi, Ada Risiko Besar di Balik Proyek Data Center Jatiluhur
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 06.15
ChatGPT Mulai Uji Iklan Visual, Muncul Saat Pengguna Bikin Gambar
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 23.33
Waka Komisi I Dorong TNI Tingkatkan Kemampuan Prajurit: Adaptasi dengan AI
Berita terkait
Bom Waktu Data Center Siap Meledak, Rp 94.000 Triliun Langsung Menguap
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.20
Indonesia Membangun Data Center AI, Bukan Industri AI
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 08.08
Luhut Ungkap Fakta Pahit! Sebut Era AI Bikin Upah Buruh Murah Tak Lagi Laku Jadi Magnet Investasi
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 19.07
Merdeka in the Age of Machines
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.35