Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Merdeka in the Age of Machines

Indonesia menyiapkan kemerdekaan digital dengan AI sebagai kunci pertumbuhan 8 persen tahun. Presiden Prabowo mengusung target itu, mendukung peta jalan nasional yang mengintegrasikan AI ke program prioritas seperti program makan gratis, kesehatan, dan keamanan pangan. Komdigi membangun Pusat Keberlian AI danfabrik talenta AI, sementara perusahaan seperti Indosat, GoTo, dan Telkom mengembangkan infrastruktur AI dalam negeri. Namun, artikel ini menyoroti tantangan struktural: Indonesia belum memiliki produksi semikonduktor canggih atau kontrol penuh atas model AI. Sebagai gantinya, Indonesia mengandalkan infrastruktur berbasis asing seperti GPU dari NVIDIA dan model open source seperti Llama. Kelemahan utama terletak pada ketergantungan pada luar, yang membuat negara rentan terhadap kebijakan geopolitik seperti AI Diffusion Rule Amerika Serikat. Artikel menekankan pentingnya kontrol penuh atas seluruh tumpukan teknologi—dari listrik hingga aplikasi—bukan hanya infrastruktur fisik. Jika tidak diwujudkan secara menyeluruh, investasi besar bisa saja menjadi enclave tanpa daya saing strategis. Pengembangan AI harus diukur bukan hanya dari jumlah megawatt atau investasi, tetapi dari dampaknya pada produktivitas ekonomi riil seperti kesehatan, logistik, dan layanan publik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait