Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Benarkah Stres Bikin Rambut Rontok? Ini Penjelasan Medisnya

Stres fisik maupun emosional dapat memicu kerontokan rambut melalui kondisi medis bernama telogen effluvium. Saat seseorang stres, tubuh memproduksi kortisol dalam jumlah tinggi, yang memaksa folikel rambut beralih dari fase pertumbuhan ke fase istirahat lebih cepat. Akibatnya, rambut rontok secara menyeluruh di kepala biasanya terlihat beberapa bulan setelah peristiwa stres terjadi. Telogen effluvium juga dapat dipicu oleh penyakit, demam, operasi, penurunan berat badan drastis, defisiensi nutrisi, atau fluktuasi hormon. Berbeda dengan kebotakan genetik yang progresif dan terlokalisasi, kerontokan akibat telogen effluvium berkembang lebih cepat dan merata. Dokter menyarankan konsultasi bila kerontokan berlanjut, memburuk, atau membentuk bald spot. Pemulihan rambut biasanya terjadi bertahap dalam beberapa bulan setelah faktor pemicu diatasi. Untuk mencegahnya, disarankan menjaga pola tidur, konsumsi gizi seimbang, pengelolaan stres, dan menghindari perawatan ekstrem pada rambut.

Berita terkait