Benarkah Stres Bikin Rambut Rontok? Ini Penjelasan Medisnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Stres fisik maupun emosional dapat memicu kerontokan rambut melalui kondisi medis bernama telogen effluvium. Saat seseorang stres, tubuh memproduksi kortisol dalam jumlah tinggi, yang memaksa folikel rambut beralih dari fase pertumbuhan ke fase istirahat lebih cepat. Akibatnya, rambut rontok secara menyeluruh di kepala biasanya terlihat beberapa bulan setelah peristiwa stres terjadi. Telogen effluvium juga dapat dipicu oleh penyakit, demam, operasi, penurunan berat badan drastis, defisiensi nutrisi, atau fluktuasi hormon. Berbeda dengan kebotakan genetik yang progresif dan terlokalisasi, kerontokan akibat telogen effluvium berkembang lebih cepat dan merata. Dokter menyarankan konsultasi bila kerontokan berlanjut, memburuk, atau membentuk bald spot. Pemulihan rambut biasanya terjadi bertahap dalam beberapa bulan setelah faktor pemicu diatasi. Untuk mencegahnya, disarankan menjaga pola tidur, konsumsi gizi seimbang, pengelolaan stres, dan menghindari perawatan ekstrem pada rambut.
Bagikan
Berita terkait
5 Makanan Tinggi Kandungan Kortisol untuk Mengatasi Stres
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 05.50
7 Cara Sederhana Meredakan Stres Setelah Seharian Lelah Beraktivitas
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 22.08
3 Hal yang Harus Dilakukan saat Bangun Tidur untuk Mengurangi Stres Sepanjang Hari
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.39
Apakah Stres Bisa Memicu Tumor Otak? Cek Fakta Medis dan Penjelasannya
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.29