Beras dan Rokok Jadi Penyumbang Besar Garis Kemiskinan di Jateng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Beras dan rokok kretek filter menjadi dua komoditas penyumbang terbesar garis kemiskinan di Jawa Tengah, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng. Di wilayah perkotaan, berkontribusi 20,73 persen dan rokok kretek filter 9,50 persen. Sementara di perdesaan, berkontribusi lebih tinggi lagi yaitu 22,39 persen, dan rokok kretek filter 8,51 persen. Komoditas makanan lain yang menyumbang besar di perkotaan antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, roti, kue basah, tempe, mi instan, bawang merah, dan gula pasir.
Untuk komoditas bukan makanan, perumahan menjadi penyumbang terbesar di perkotaan dengan 7,48 persen. Terdapat perbedaan pola konsumsi antara perkotaan dan perdesaan. Kue basah dan mi instan menyumbang besar di perkotaan namun tidak di perdesaan. Sebaliknya, kopi bubuk, kopi instan, dan tahu memberikan sumbangan signifikan di perdesaan tetapi tidak di perkotaan. Secara umum, komoditas penyumbang kemiskinan di kedua wilayah sebagian besar sama, kecuali beberapa pengecualian tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.55
BPS: Ekonomi Tumbuh 5,29%, Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta Orang
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 21.10
Data BPS: Lebih Separuh Penduduk Miskin RI Menumpuk di Pulau Jawa
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.05
BPS: Pengeluaran di Bawah Rp 3,09 Juta Masuk Kategori Miskin
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.55
Jurang Ketimpangan Makin Lebar, Pemerintah Buka Suara
Berita terkait
Kemiskinan di Perdesaan Jateng Lebih Tinggi daripada Perkotaan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.00
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.53
Capaian Kinerja Pemprov Jateng di Hari Jadi Ke-81
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.58
Tito Minta Pemda Siapkan Anggaran Buat Atasi Masalah Perumahan
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 09.14