BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ekonom: Opsi Terbaik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 18-19 Agustus 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah yang berada di kisaran Rp 17.800 per dolar AS, sekaligus menyesuaikan diri dengan kebijakan moneter bank-bank sentral negara maju (Fed, BoE, BoJ, ECB) yang juga menahan suku bunga acuan. Ekonom senior Ryan Kiryanto menilai kebijakan ini rasional dan antisipatif, mengingat efek kenaikan BI Rate secara agresif pada Juni 2026 belum optimal dalam menstabilkan kurs. Persepsi pasar masih terganggu oleh isu hukum dan politik domestik, serta konflik Timur Tengah yang memengaruhi sentimen eksternal. BI harus menahan posisi BI Rate "higher for longer" hingga akhir tahun 2026 untuk mencapai target inflasi 2,5% +/-1 serta menjaga kepastian bagi pelaku ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.30
BI Catat Uang Beredar RI Capai Rp10.371 Triliun, Tumbuh 8,3%
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 16.47
Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75 Persen demi Bendung Gejolak Global
Berita terkait
BI-Rate diprediksi tetap di RDG September, berpeluang naik akhir tahun
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 09.06
Ekonom Prediksi BI Rate Naik 25 Bps, Ini Alasannya
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 18.30
BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.05
BI Sebut Inflasi September 2026 Tetap Terjaga
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.17