Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom Prediksi BI Rate Naik 25 Bps, Ini Alasannya

Bank Central Asia (BCA) memrediksi BI Rate akan dinaikkan 25 basis poin pada RDG Bank Indonesia pada 22-23 September 2026. Kenaikan ini didorong oleh tekanan inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. David Sumual, ekonom BCA, menambahkan bahwa kebijakan bank sentral global seperti Federal Reserve dan Bank of Japan yang menaikkan suku bunga memberikan tekanan pada mata uang emerging market seperti Indonesia.

David memrediksi ruang kenaikan suku bunga berikutnya masih terbuka, dengan BI Rate dapat naik 25-50 basis poin hingga akhir 2026. Hal ini sejalan dengan ekspektasi kenaikan Fed Rate pada Desember 2026. Selain faktor domestik, arah suku bunga bank sentral global dan perkembangan geopolitik Timur Tengah serta dampaknya pada harga minyak perlu diwaspadai.

Bank Indonesia menyatakan inflasi pangan masih menjadi fokus, meskipun IHK Juli 2026 turun menjadi 2,88% tahunan. BI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID dalam implementasi GPIPS untuk menahan inflasi pangan. Inflasi inti pada Juli 2026 tetap terkendala pada 2,76% yoy, sementara inflasi administered prices mencapai 3,58% yoy akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait