Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Bimbel di Yogyakarta Diserbu, Dampak Tes Akademik Jadi Sorotan

Tempat bimbingan belajar (bimbel) Exist Gayam di Yogyakarta baru-baru ini viral di media sosial karena video yang menampilkan banyak orang tua mengantre untuk mendaftarkan anaknya. Fenomena ini dianggap sebagai konsekuensi dari diterapkannya Tes Kemampuan Akademik (TKA), menurut pengamat pendidikan Ina Liem. Ina mengkhawatirkan bahwa pemberlakuan TKA menyebabkan masyarakat beradaptasi dengan pola 'teaching to the test', di mana fokus pembelajaran bergeser dari apa yang penting dipelajari ke apa yang kemungkinan keluar dalam ujian. Akibatnya, orang tua semakin banyak mencari bimbel dan anak-anak mulai dilatih khusus untuk menaklukkan soal-soal ujian.

Ina menilai bahwa jika keberhasilan asesmen menciptakan industri persiapan tes yang semakin besar, maka tujuan dari asesmen tersebut perlu dipertanyakan kembali. Ia bertanya apakah asesmen benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan atau hanya meningkatkan kemampuan anak mengerjakan tes. Fenomena orang tua yang rela mengantre sejak subuh untuk mendapatkan tempat bimbel sebenarnya sudah dapat diprediksi, menurutnya, karena kebijakan yang dibuat tidak mempertimbangkan kebutuhan generasi muda untuk menghadapi masa depan.

Ina menekankan pentingnya melibatkan perspektif dunia kerja dan industri dalam merancang kebijakan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa keterampilan seperti critical thinking, creativity, problem solving, dan adaptability semakin penting di era AI, namun insentif dalam sistem pendidikan justru kembali diarahkan ke skor tes. Sebagai solusi, Ina konsisten menyatakan bahwa TKA sebaiknya dihapuskan dan diganti dengan evaluasi yang dilakukan oleh masing-masing sekolah berdasarkan konteks dan kebutuhan mereka, sementara pemetaan nasional tetap dapat menggunakan Asesmen Nasional (AN).

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait