Pakar Militer Sebut AS Terlalu Percaya Diri, tapi Iran Tak Mau Tunduk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasca penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, pakar militer Mohamad Elmasry dari Doha Institute of Graduate Studies menyatakan bahwa AS mungkin terlalu percaya diri dalam menilai posisinya. Menurutnya, AS masih meyakini kemampuannya mengendalikan situasi dan mendikte ketentuan, sehingga menolak usulan yang dinilainya cukup menguntungkan bagi Iran. Elmasry menilai penolakan ini sebagai kesalahan perhitungan, karena AS tidak memiliki kekuatan tawar sebesar yang diperkirakan. Akibatnya, kemungkinan besar terjadi eskalasi atau aksi saling serang antara kedua belah pihak dalam waktu dekat, terutama menjelang pemilihan paruh waktu AS. Situasi ini menandakan ketegangan yang belum mereda dan berpotensi bertambah.
Bagikan
Berita terkait
Iran Akan Deklarasikan Zona Terlarang Baru di Luar Selat Hormuz
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 15.19
Harga Minyak Turun Tipis ke US$95, Pasar Cermati Eskalasi AS-Iran
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.16
AS Pilih Sanksi Ekonomi Ketimbang Serangan Militer Baru ke Iran
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.52
Hari H Hukuman Ekonomi AS Dimulai, Iran Janjikan Hal Lebih Ngeri
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.45