Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Militer Sebut AS Terlalu Percaya Diri, tapi Iran Tak Mau Tunduk

Pasca penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, pakar militer Mohamad Elmasry dari Doha Institute of Graduate Studies menyatakan bahwa AS mungkin terlalu percaya diri dalam menilai posisinya. Menurutnya, AS masih meyakini kemampuannya mengendalikan situasi dan mendikte ketentuan, sehingga menolak usulan yang dinilainya cukup menguntungkan bagi Iran. Elmasry menilai penolakan ini sebagai kesalahan perhitungan, karena AS tidak memiliki kekuatan tawar sebesar yang diperkirakan. Akibatnya, kemungkinan besar terjadi eskalasi atau aksi saling serang antara kedua belah pihak dalam waktu dekat, terutama menjelang pemilihan paruh waktu AS. Situasi ini menandakan ketegangan yang belum mereda dan berpotensi bertambah.

Berita terkait