Blokade Houthi Makin Ganas di Laut Merah, Arab Saudi Bakal Nekat Bentuk Koalisi Baru?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi berupaya membentuk koalisi militer internasional baru untuk melindungi jalur pelayaran komersial di Laut Merah dari serangan kelompok Houthi Yaman. Koalisi ini masih dalam tahap pembahasan dengan puluhan negara mitra, sebagaimana dilansir Reuters. Langkah ini diambil setelah Houthi yang bersekutu dengan Iran secara resmi melakukan blokade maritim terhadap kapal-kapal Saudi sejak 20 Juli 2024, dengan klaim sebagai balasan atas pengepungan Yaman oleh Saudi.
Serangan udara Saudi ke fasilitas Houthi di Pelabuhan Hodeidah belum sepenuhnya mampu mengamankan Selat Bab el-Mandeb. Akibat ketegangan ini, kapal tanker terpaksa memperhitungkan risiko keamanan tinggi atau memutar arah, sehingga harga minyak dunia terkerek naik. Houthi juga mengancam akan mengenakan pajak laut Merah. China dilaporkan tetap bisa melintasi jalur tersebut, sementara Saudi semakin tertekan. Keberhasilan pembentukan koalisi baru ini menjadi penentu stabilitas jalur perdagangan global dalam beberapa pekan ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 14.25
Iran Cs Ancam Pelayaran, Arab Saudi Ajak Negara Islam Bentuk Koalisi Pertahanan
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.27
Tangkal Serangan Houthi, Arab Saudi Bentuk Koalisi Laut Merah
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.30
Siaga Harga Minyak Meledak, Houthi Akan Kenakan Tarif Lewat Laut Merah
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 11.42
Diam-Diam China Jalin Komunikasi ke Houthi soal Minyak di Laut Merah
Berita terkait
Perang Arab Makin Menggila, Jet Tempur F-15 Saudi Bombardir Yaman
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.01
Houthi Sebut Saudi Sebarkan Informasi Palsu terkait Keamanan Mekah
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.14
Houthi Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 Arab Saudi
Detik.com · 16 September 2026 pukul 14.14
Habis Mocha, Houthi Caplok Pulau Perim Ancam Ekonomi Global
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 21.00