Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Siaga Harga Minyak Meledak, Houthi Akan Kenakan Tarif Lewat Laut Merah

Kelompok Houthi di Yaman berencana menerapkan pungutan bagi kapal komersial yang melintasi Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Rencana ini muncul sepekan setelah Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Menurut Menteri Luar Negeri pemerintahan Yaman yang diakui internasional, Afrah al-Zouba, Houthi akan berupaya menguasai akses Laut Merah dan memungut biaya dari kapal yang melintas. Belum ada kepastian waktu penerapan kebijakan ini.

Sejumlah pejabat Houthi dilaporkan membahas rencana ini dengan pejabat Iran saat pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran. Tujuannya adalah menormalkan praktik pungutan di jalur pelayaran internasional sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat. Namun, kapal-kapal milik China akan dibebaskan dari pungutan karena China telah berkomunikasi langsung dengan Houthi. Nilai pungutan diperkirakan mencapai sekitar US$180 juta per bulan.

Laut Merah merupakan jalur vital bagi transportasi energi global, mengalirkan 10% minyak dunia dan 13% LNG. Jika Bab el-Mandeb terganggu, Arab Saudi kehilangan jalur alternatif selain Selat Hormuz untuk mengirimkan minyak, yang berpotensi mendorong lonjakan harga energi. Pelayaran melalui Bab el-Mandeb hanya memerlukan 16 hari, jauh lebih cepat dibanding 50 hari jika memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait