Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Diam-Diam China Jalin Komunikasi ke Houthi soal Minyak di Laut Merah

China melakukan komunikasi langsung dengan kelompok Houthi di Yaman untuk mengamankan jalur pelayaran kapal tanker minyak melalui Selat Bab el-Mandeb, Laut Merah. Langkah ini diambil setelah Houthi — yang didukung Iran — mengumumkan blokade pelabuhan Arab Saudi, memperluas konflik Iran-AS. Beijing meminta jaminan keamanan bagi kapal-kapalnya guna menjaga kelancaran ekspor minyak dari terminal Yanbu, Saudi Arabia, sebagai alternatif pasokan setelah Iran menutup Selat Hormuz. Data pelacakan menunjukkan minimal empat tanker berhasil melewati Bab el-Mandeb sejak pembatasan diberlakukan, dengan China mengeluarkan izin perjalanan per kapal melalui koordinasi dengan Houthi. Iran dikabarkan telah diberitahu soal pengaturan ini.

Houthi sebelumnya memperingatkan kapal yang bongkar muat di pelabuhan Saudi berisiko diserang, menyebabkan sejumlah tanker mengubah rute. Dua supertanker, New Champion dan New Prime, tercatat kembali dari Teluk Aden. Houthi mengklaim menyerang tanker Saudi Encelia dan Layla; serangan Encelia dikonfirmasi sumber keamanan maritim. Jalur Bab el-Mandeb vital: perjalanan Yanbu ke Asia butuh ~16 hari, namun memutar lewat Afrika via Terusan Suez memakan ~50 hari. China dan Houthi memiliki sejarah koordinasi soal pengiriman minyak Saudi. Beijing kini menghadapi tantangan menjaga pasokan energi Timur Tengah tetap mengalir tanpa terseret lebih dalam ke konflik geopolitik Iran-AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait