BMKG: Belum Ada Anomali Air Laut Usai Anak Krakatau Erupsi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288587/original/061784900_1783327073-1001433500.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan belum ada anomali air laut di Selat Sunda setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan menggunakan 20 tsunami gauge dan High Frequency Radar di Carita serta Tanjung Lesung. Hingga pukul 07.00 WIB, tidak ada indikasi tsunami. BMKG telah mengatur radar dalam mode tsunami untuk mendeteksi potensi tsunami dari jarak 150 km dari pantai. Tim juga memanfaatkan satelit, sensor geomagnetik, dan pemantauan petir vulkanik. Masyarakat di wilayah pesisir dan DKI Jakarta diminta tetap waspada namun tidak panik serta mengikuti pembaruan resmi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.33
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Detik.com · 6 September 2026 pukul 15.14
Kemensos Siagakan Logistik & Tagana Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 15.14
Badan Geologi Ungkap Bahaya Erupsi Anak Krakatau: Material Pijar-Gas Vulkanik
Berita terkait
BMKG: Potensi Tsunami di Selat Sunda Rendah, Gelombang Sekitar 1 Meter
kumparan · 6 September 2026 pukul 14.09
Letusan Gunung Anak Krakatau Mulai Meluruh, Frekuensi Diprediksi Menurun
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.41
DKI imbau warga tenang, waspada hoaks terkait informasi abu vulkanik
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 13.35
Semarang Disebut Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, BMKG: Masih Negatif
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 13.27