BMKG Pastikan Air Laut Surut di Dekat Gunung Anak Krakatau Tidak Terkait Erupsi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan bahwa fenomena air laut surut yang terekam dalam video viral pada 6 September 2026 tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi menerus gunung tersebut tercatat berlangsung dari 4 hingga 5 September 2026, dan telah dinyatakan usai pada malam 6 September 2026. Oleh karena itu, surut laut yang terlihat pada video tidak dapat disimpulkan sebagai dampak langsung dari erupsi tersebut.
Surveyor Pemetaan Ahli Madya Badan Geologi, Athanasius Cipta, menjelaskan bahwa tidak semua fenomena surut laut menjadi indikator tsunami. Ia membedakan antara pasang surut biasa dan tanda tsunami alami. Air laut yang berpotensi menyebabkan tsunami biasanya mengalami penurunan sangat cepat dan lebih dalam dari garis surut normal.
Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kecemasan masyarakat terkait isu potensi tsunami di kawasan Selat Sunda, terutama setelah viralnya video yang menunjukkan air laut tiba-tiba surut di dekat Gunung Anak Krakatau.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.55
Gunung Semeru Erupsi, BMKG Ingatkan Sebaran Abu Vulkanik 3 Gunung RI
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 10.35
Gempa M5,2 Guncang Malang Senin Pagi, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 08.59
Gempa M 5,2 Guncang Kabupaten Malang
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 11.28
Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Vulkanik Sejauh 4,5 Km
Berita terkait
BMKG Pasang 20 Sensor Tsunami di Selat Sunda: Tak Ada Anomali Kenaikan Air
kumparan · 7 September 2026 pukul 18.57
BMKG Ungkap Hasil Pantauan Tsunami di Selat Sunda
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 18.30
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.33
BMKG Wilayah Indonesia Sudah Bersih dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 19.21