Freeport Habiskan Rp25 T Demi Kucing Liar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan investasi Rp25 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar di Distrik Mineral Grasberg, Papua Tengah. Proyek masuk tahap development dengan produksi diperkirakan mulai 2029. Investasi ini bagian dari total kebutuhan Rp72 triliun hingga 2033. Pada 2025, perusahaan menyelesaikan studi perluasan kapasitas menjadi 130.000 ton bijih per hari dengan biaya rendah serta peningkatan cadangan 20%. Pada akhir 2025, cadangan Kucing Liar diperkirakan 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas. Produksi rata-rata diproyeksikan mencapai 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas, lonjobo lebih dari 35% dari perkiraan awal. Pengembangan memerlukan tambahan investasi sekitar 10% atau US$0,5 miliar serta penyesuaian operasional Grasberg Block Cave.
Bagikan
Berita terkait
Freeport Sudah Habiskan Rp25 Triliun Buat Kembangkan Kucing Liar
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 16.40
Freeport Resmi Ajukan Perpanjangan IUPK, Ternyata Ini Pemicunya
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 19.10
Freeport Punya Proyek Tambang Bawah Tanah Baru, Beroperasi di 2029
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 10.40
Begini Cara Freeport Pulihkan Tambang Usai Insiden Longsor Tahun Lalu
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.35