BPBD Sumsel Rekomendasikan Sekolah Libur Jika Asap Karhutla Memburuk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan (BPBD Sumsel) menyiapkan rencana langkah antisipatif jika asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin membahayakan. Salah satu opsi yang direkomendasikan adalah libur sekolah sementara. Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyabana, menyatakan bahwa rekomendasi libur sekolah akan disampaikan kepada instansi terkait jika kondisi asap mulai mengganggu kualitas udara, pernapasan, dan kesehatan masyarakat. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan tingkat kepekatan asap dan dampaknya di lapangan.
BPBD Sumsel terus memantau perkembangan karhutla dan kualitas udara sebagai dasar penentuan langkah penanganan. Dalam beberapa hari terakhir, asap karhutla mulai terasa di wilayah Palembang, meskipun tidak berlangsung sepanjang hari. Sebagai antisipasi, masker disiagakan dan dibagikan kepada masyarakat, termasuk saat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menhut).
Iqbal menyampaikan harapannya agar bencana asap tidak terjadi karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada perekonomian dan relasi bilateral dengan negara tetangga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 09.34
Polda Riau Tetapkan 2 Tersangka Kasus Karhutla di Area HGU Bengkalis
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.55
Polda Riau Tangkap 2 Pelaku Karhutla yang Bakar 4 Hektare Lahan di Bengkalis
ANTARA News · 11 Agustus 2026 pukul 20.53
BNPB targetkan dua titik karhutla Bromo bisa padam pekan ini
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 20.35
Karhutla di Lahan Kertapati Palembang Berhasil Dipadamkan
Berita terkait
174 Ribu Warga Terdampak Asap Karhutla, Ahmad Arif: Negara Gagal Lindungi Rakyat
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 19.50
Karhutla Sumsel Makin Meluas, OKI Catat 459 Kejadian
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 19.22
Karhutla Meluas, Korporasi dan Negara Didesak Bertanggung Jawab
Jaring.id · 9 September 2026 pukul 22.19
Asap Karhutla Mulai Selimuti Padanglawas hingga Labuhanbatu Sumut
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 23.15