BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Tunggu Suntikan Dana Rp20 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPJS Kesehatan mengalami defisit Rp2 triliun per bulan dengan keseluruhan biaya pelayanan Rp16 triliun/bulan dan pendapatan iuran Rp14 triliun. Pemerintah diminta suntikan dana Rp20 triliun untuk menutup gap cash flow. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan program masih dapat bertahan dengan cadangan pembayaran klaim 1,5-6 bulan. Tantangan utama adalah tunggakan iuran peserta yang tidak aktif. Pemerintah juga akan menghapus tunggakan iuran melalui Perpres dan menyesuaikan PBI JKN menjadi Rp57.250/orang/bulan serta subsidi iuran PBPU dan BP Kelas III menjadi Rp4.200/orang.
Bagikan
Berita terkait
BPJS Kesehatan Alami Defisit Rp2 Triliun, Ini Penyebabnya
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.17
Mengapa BPJS Tidak Menanggung Korban Bencana Alam?
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 16.59
Cek Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1,2,3 Berlaku 11 September 2026
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.05
BPJS Kesehatan Kini Bisa Digabung dengan Asuransi Swasta, Ini Skemanya
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 12.21