BPOM dan Unhan Siapkan SDM Farmasi Unggul untuk Daerah 3T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Universitas Pertahanan (Unhan) memperkuat kolaborasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pengawasan obat dan makanan, khususnya untuk mendukung kebutuhan BPOM di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun talent pipeline yang menguasai farmasi sekaligus memiliki kompetensi regulatori, analisis risiko, integritas, dan semangat pengabdian kepada negara. Ketahanan obat dan keamanan pangan dianggap bagian dari ketahanan nasional, sehingga diperlukan generasi pengawas yang kuat secara keilmuan dan siap mengabdi di seluruh Indonesia.
Sinergi BPOM dan Unhan telah berlangsung sejak 2022 melalui Nota Kesepahaman, dan diperkuat pada 2024 dengan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unhan dan BPOM. Implementasinya meliputi Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) mahasiswa Unhan di lingkungan BPOM. Pada batch kedua tahun ini, 15 mahasiswa mengikuti PKPA, dengan lima di BPOM Pusat, lima di Balai Besar POM Jakarta, dan lima di Balai POM Bogor.
Kolaborasi juga melibatkan aksi pencegahan penyalahgunaan obat di kampus Unhan pada 18 Mei 2026, termasuk komunikasi, informasi, edukasi, dan Training of Trainer dengan akademisi Fakultas Farmasi Militer Unhan.
Bagikan
Berita terkait
BPOM Temukan 31 Obat Berbahan Alam Ilegal, Mengandung BKO dan Tak Punya Izin Edar
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 13.57
2 Tahun Pimpin BPOM, Taruna Ikrar Perkuat SDM dan Transformasi Digital
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 19.52
DPR Setujui Rp509 Miliar untuk Kawal MBG, BPOM Siapkan Pengawasan hingga Mitigasi Keracunan
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 22.13
Kepala Dapur MBG Wajib Standby Saat Jam Masak, Kalau Tak Kompeten Dicopot
kumparan · 17 September 2026 pukul 21.16