BPOM Percepat Perizinan Obat Lewat SIGMA, Keamanan dan Mutu Tetap Jadi Prioritas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menggandeng Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) dalam program Regulatory Assistant yang disingkat SIGMA untuk mempercepat proses perizinan obat. Program ini bukan hanya mempercepat penerbitan Nomor Izin Edar (NIE), tetapi juga memberikan pendampingan menyeluruh mulai tahap pengembangan produk hingga obat beredar di masyarakat. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa pendampingan mencakup penelitian, proses pra-edar (pre-market), pengawasan pasca-edar (post-market), dan aspek penindakan hukum. SIGMA merupakan bentuk pelayanan aktif BPOM yang melibatkan industri farmasi dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan obat berkualitas masuk ke masyarakat dengan tetap menjaga keamanan dan mutu obat.
Bagikan
Berita terkait
Mengurai Persoalan Investasi
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 05.00
Bio-RV, Vaksin Kolaborasi Bio Farma dan MCRI Peroleh Izin Edar dari BPOM RI
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 00.10
BPOM Siap Siaga Hadapi Ancaman Pandemi Masa Depan
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 19.48
Pansus TRAP DPRD Bali Bergerak, Tambang di Kampial Nusa Dua Tamat
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 09.34