Mengurai Persoalan Investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Keppres No.4/2026 untuk mempercepat paket ekonomi dan mengurai hambatan investasi. Tujuan utama fokus pada kemudahan berusaha dan perizinan. Nilai tukar rupiah melemah dan IHSG turun menjadi pemicu keputusan ini. Menurut laporan Bank Dunia, masalah utama investasi di Indonesia adalah kepastian hukum perizinan dan penegakan hukum. Indeks World Justice Project 2025 menunjukkan kepastian hukum Indonesia berada pada posisi 5,5 dari skala 4,0 (terendah) hingga 9,0 (tertinggi). Masalah ini sudah existed sejak masa Presiden Jokowi, bahkan UU Cipta Kerja yang seharusnya 'game changer' justru tidak memberi kontribusi signifikan karena banyak pasal dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Solusi yang diusulkan meliputi pemanfaatan OSS yang semestinya dengan data sharing antar instansi serta penerapan doktrin business judgement rule (BJR) untuk membedakan risiko bisnis dengan tindak pidana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 21.45
Presiden China Bawa Delegasi CEO dalam Jumlah Besar ke AS, Ada Apa Gerangan?
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 21.30
Lawatan ke AS, Xi Jinping Dikabarkan Akan Bawa Rombongan CEO
VOI · 5 September 2026 pukul 21.30
Perdagangan RI-Irlandia US$228,6 Juta, IEU-CEPA Dibidik Buka Pasar Lebih Luas
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 17.00
Genjot Investasi, RI dan Irlandia Jajaki Koridor Ekonomi Bernilai Tambah
Berita terkait
Wamen Investasi Sebut Ada Potensi Rp 1.500 T Investasi Tak Terealisasi
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.52
Harga Meroket Tapi Gaji Mandek, Ini Pengeluaran yang Perlu Dipangkas?
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.00
Rupiah menguat dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pelemahan dolar AS
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 15.38
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.642 per USD
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.36