Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

BPS Ungkap Perbedaan Garis Kemiskinan Indonesia & World Bank

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan perbedaan antara angka garis kemiskinan Indonesia dan yang dirilis oleh Bank Dunia. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Nashrul Wajdi, menyatakan bahwa angka yang disampaikan Bank Dunia tidak dihitung berdasarkan garis kemiskinan nasional Indonesia. Bank Dunia mencatat 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan, dengan menggunakan proyeksi 2026 dari laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2026. Angka tersebut didasarkan pada garis kemiskinan sebesar 8,30 dolar AS per kapita per hari menggunakan Purchasing Power Parity (PPP) 2021. Dalam laporannya, Bank Dunia menggunakan tiga standar garis kemiskinan: USD 3 untuk kemiskinan ekstrem, USD 4,20 untuk negara berpendapatan menengah bawah, dan USD 8,30 untuk negara berpendapatan menengah atas. Nashrul menegaskan bahwa angka-angka ini tidak dapat dibandingkan langsung dengan data BPS karena perbedaan standar dan tujuan pengukuran. BPS mencatat 8,07 persen penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026, setara dengan 22,93 juta orang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait