Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Orang Miskin Kota dan Desa Sama Saja: Duit Habis Buat Beras, Rokok-Kopi

Garis kemiskinan Indonesia naik terus, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) per Maret 2026. Garis kemiskinan nasional tercatat sebesar Rp 669.235 per kapita per bulan, naik 4,33% dari September 2025 yang sebesar Rp 641.443 per kapita per bulan. Sebelumnya pada Maret 2025, garis kemiskinan masih Rp 609.160 per kapita per bulan. Di perkotaan, garis kemiskinan lebih tinggi yaitu Rp 692.906 per kapita per bulan, sementara di perdesaan Rp 635.172 per kapita per bulan.

Komposisi pengeluaran yang membentuk garis kemiskinan tidak berubah signifikan. Komoditas makanan masih menjadi penyumbang terbesar, yakni 73,91% di perkotaan dan 79,06% di perdesaan. Adapun pengeluaran bukan makanan porsinya 26,09% di perkotaan dan 23,94% di perdesaan. Baik di desa maupun kota, komoditas makanan terbesar yang menyumbang garis kemiskinan serupa, meliputi beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, serta kopi bubuk dan kopi instan. Untuk pengeluaran bukan makanan, komponen utamanya meliputi perumahan, bensin, listrik, pendidikan, hingga perlengkapan mandi dengan porsi yang juga serupa di kedua wilayah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait