Ini Ciri Air Laut Surut yang Jadi Tanda Tsunami Menurut Badan Geologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Air laut yang surut secara cepat dan jauh melebihi batas normal dapat menjadi tanda awal tsunami, menurut Badan Geologi Kementerian ESDM. Namun, tidak semua fenomena surut air laut berpotensi memicu tsunami. Surut yang cepat dan melebihi batas pasang surut normal menjadi indikator utama. Badan Geologi menegaskan bahwa fenomena surut air laut yang tercatat pada 6 September 2026 tidak berkaitan langsung dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada 4 hingga 5 September 2026. Erupsi tersebut telah selesai pada malam 6 September 2026. Meskipun demikian, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya pernah memicu tsunami, seperti yang terjadi pada Desember 2018 yang menyapu Pantai Barat Banten dan Lampung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.40
Heboh Air Laut Surut Usai Anak Krakatau Erupsi, Ini Kata Badan Geologi
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Tetap Siaga-Jauhi Lokasi Ini
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.07
Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Picu Tsunami
JawaPos · 6 September 2026 pukul 12.15
Badan Geologi Kementerian ESDM Pastikan Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami
JawaPos · 6 September 2026 pukul 09.15
Sejarah Letusan Anak Krakatau, Gunung Ini Terus Tumbuh dari Laut
Detik.com · 5 September 2026 pukul 22.32