Bukan Debu Biasa, Ini Kandungan Abu Vulkanik dan Dampaknya bagi Kesehatan Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi gunung berapi melepaskan abu vulkanik yang terdiri dari partikel berukuran mikroskopis (kurang dari 10 mikron) hingga 2 milimeter, berbeda dengan debu biasa karena mengandung mineral dan kaca vulkanik yang bersifat abrasif dan korosif. Abu ini mudah terhirup hingga ke paru-paru dan dapat menyebabkan iritasi saluran napas, mata, dan kulit. Partikel halus seperti PM10 dan PM2.5 berpotensi masuk ke alveoli paru-paru, memicu gejala batuk, sesak, dan gatal pada mata. Kondisi ini menjadi lebih berbahaya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit jantung atau paru-paru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.20
Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya Abu Vulkanik
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.19
3 Kabupaten Paling Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Daftarnya
Detik.com · 7 September 2026 pukul 11.33
Waka Komisi IX DPR Minta Harga Masker Tak Naik Berlipat Imbas Abu Vulkanik
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 09.43
IDAI beri rekomendasi pencegahan dampak abu vulkanik pada anak
Berita terkait
Cegah Paparan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siswa di Bandung Barat Wajib Masker
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.02
Meski Tipis, Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Dirasakan di Kota Tasikmalaya Hari Ini
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.51
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak ke Purwakarta, OPD Diminta Siaga 24 Jam
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.48
Jangan Salah Pakai Masker Saat Ada Abu Vulkanik
Detik.com · 6 September 2026 pukul 15.02