Bukan Karena Tolak MBG, KPK Tegaskan OTT Rektor Unsoed Berawal dari Laporan Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Akhmad Sodik, Rektor Unsoed, murni penegakan hukum berdasarkan laporan masyarakat. Dari enam tersangka, Sodik diduga terlibat dalam tiga klaster korupsi: memerintahkan gratifikasi Rp650 juta dari orang tua mahasiswa baru, menerima Rp680 juta melalui jalur mandiri, serta memberi instruksi pembelian tanah. Eko Sumanto sebagai Kepala Bagian Akademik Unsoed diduga menerima mahar Rp1,2 miliar dari pengepul mahasiswa. Kasus ini bermula dari penolakan program MBG dan KDMP yang menjadi sorotan publik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 04.30
KPK Bongkar Modus Baru, Rektor Unsoed Gunakan Proyek untuk Tutupi Suap
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 23.58
KPK Tampilkan Penyitaan Uang Ratusan Juta di OTT Rektor Unsoed, Disimpan di Kantong Plastik
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 19.30
Mengintip Harta Kekayaan Rektor dan Wakil Rektor Unsoed yang Terjerat OTT KPK
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 16.53
Terjaring OTT, Rektor Unsoed Tak Hadiri Acara KPK
Berita terkait
Selain Unsoed, Ini Daftar Rektor Berurusan dengan KPK
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK, Punya Harta Rp 3,1 Miliar
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 15.57
Gelar OTT di Jakarta dan Banyumas, KPK Amankan Rektor Unsoed dan Wakilnya
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.46
OTT ke-19, KPK tangkap jajaran Rektorat Unsoed
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 08.33