Calon Ketum PBNU Harus Kantongi Restu Tertulis Rais 'Aam Sebelum Dipilih AHWA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU menyepakati mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang mengharuskan calon mengantongi restu tertulis dari Rais 'Aam. Proses dimulai dengan AHWA (9 kiai) memilih Rais 'Aam untuk periode 2026-2031, kemudian memilih Ketua Umum PBNU. Setelah Rais 'Aam terpilih, calon Ketum harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais 'Aam tersebut sebelum ditetapkan. Proses ini diselesaikan pada Minggu (30/8) pagi dengan tabulasi anggota AHWA dan penetapan Rais 'Aam secara bersamaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.09
AHWA Disepakati Jadi Mekanisme Pemilihan Rais Aam daoqk Muktamar ke-35 NU
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.09
AHWA Disepakati Jadi Mekanisme Pemilihan Rais Aam dalam Muktamar ke-35 NU
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 21.03
Begini Mekanisme Pemilihan AHWA untuk Menentukan Rais Aam PBNU
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 20.22
Voting Muktamar, Pilih Ketum PBNU Lewat AHWA atau One Man One Vote
Berita terkait
Gus Ipul Sebut Ketum PBNU Dipilih lewat AHWA Tak Kurangi Hak Muktamirin
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 21.32
Muktamar ke-35 NU Tetapkan Sistem AHWA untuk Tentukan Rais Aam
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 18.07
KH Miftachul Akhyar dan KH Said Aqil Siradj Punya Kans Menjadi Rais Aam PBNU
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 16.41
Muktamar ke-35 NU Bahas Isu Rangkap Jabatan Ketum PBNU dan Rais Aam
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.10