Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Cerita Ketua PDIP soal Pemecatan Sekretaris DPC dan Kaitan Sama Jokowi

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menjelaskan bahwa pemecatan Sekretaris DPC PDIP Surabaya Achmad Hidayat bukan hanya disebabkan oleh kunjungan ke rumah Presiden Joko Widodo di Solo. Said menyatakan bahwa pemecatan dilatarkan oleh sejumlah pelanggaran etik yang tidak dapat diungkapkan secara publik. "Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik," ujar Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/9). Said juga menyebutkan bahwa Hidayat telah melakukan pelanggaran berat, termasuk yang berkaitan dengan perdata dan pidana, dan menyerukan korban untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum. Juru Bicara DPP PDIP Aryo Seno Bagaskoro memastikan bahwa pemecatan adalah konsekuensi logis bagi kader yang membangkang garis komando partai. Seno menegaskan bahwa PDIP tidak akan menoleransi pembangkangan terhadap konstitusi negara atau partai, dan menutup buku terkait segala urusan dengan Hidayat. Sebaliknya, DPP PDIP menginstruksikan seluruh mesin partai untuk fokus pada isu-isu riil masyarakat seperti mitigasi bencana dan ancaman El Nino. Achmad Hidayat mengaku telah menerima Surat Keputusan DPP PDIP Nomor 105/KPTS/DPP/IX/2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto pada 4 September 2026. Dalam surat tersebut, disebutkan dugaan pelanggaran etika dan disiplin, termasuk penyalahgunaan wewenang dan intimidasi terhadap pengurus partai. Hidayat menduga pemecatannya terkait dengan kunjungan ke Solo, namun ia legowo atas keputusan partai dan belum memiliki pinangan dari partai politik lain.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait