Cerita Prabowo Tolak Tawaran Utang IMF: Indonesia Bisa Tanpa Pinjaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334317/original/045525900_1787830546-IMG_1642.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto mengkonfirmasi pemerintah menolak tawaran pinjaman IMF karena kondisi keuangan Indonesia masih kuat. Ia menyatakan pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada pinjaman dengan memprioritaskan investasi dan memilih pinjaman dengan bunga rendah. Sebagai langkah menghemat anggaran, pemerintah menutup 290 BUMN tidak menguntungkan, dengan target total 700 BUMN hingga Desember 2026. Penghematan tahunan diperkirakan mencapai Rp 300 triliun yang akan dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.30
Prabowo Sudah Tutup 290 BUMN Rugi, 700 Lagi Menyusul Hingga Akhir 2026
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 14.56
Prabowo Sebut Negara Hemat Rp100 Triliun dari Pemangkasan 290 BUMN
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 14.06
Tegas! Prabowo Beber Alasan Tolak Pinjaman IMF: Indonesia Masih Bisa Tanpa Utang Baru
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 14.05
Ogah Terima Bantuan Asing, Prabowo: Indonesia Bisa Tanpa Pinjaman
Berita terkait
Kinerja Danantara Dipuji Prabowo, BUMN Mulai Untung
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 17.44
Pengamat nilai Danantara berperan tumbuhkan optimisme publik
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.24
Prabowo Minta BUMN Hanya 300, Danantara: Sangat-sangat Berat
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 20.17
Prabowo Buka Peluang Swasta Kelola Aset BUMN yang Tak Produktif
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 19.05