Chevrolet Hentikan Penjualan di China, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chevrolet akan menghentikan penjualan di pasar China setelah beroperasi selama 21 tahun. General Motors (GM) menegaskan bahwa produksi Chevrolet di China akan tetap berjalan, namun fokusnya beralih ke pasar ekspor luar negeri. Menurut GM, model Chevrolet saat ini lebih cocok memenuhi permintaan pasar internasional dibanding pasar domestik China. Pada paruh pertama 2026, ekspor Chevrolet dari China mencapai 6.930 unit, naik 6,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Keputusan ini sejalan dengan penguatan kemitraan GM dan SAIC Motor, yang baru saja menandatangani perjanjian strategis baru perpanjang usaha patungan selama 20 tahun hingga 2047. Dalam kerangka kerja ini, kedua perusahaan berencana meluncurkan minimal 30 model kendaraan energi baru (NEV) pada 2030, dengan fokus pada elektrifikasi merek Cadillac dan Buick.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 19.52
Chevrolet Memutuskan Tak Lagi Menjual Mobil Baru, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.45
China Siap-Siap Masuk Madura, Bangun Komplek Pabrik di Sini
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.10
Investor China, Korea hingga Jepang Berebut Masuk Madura, Ada Apa?
Berita terkait
Produksi dan Pesanan Naik, Manufaktur China Cetak PMI 52,1
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 14.40
Permintaan Batu Bara Dunia Diproyeksi Melemah, Kecuali dari Negara Ini
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 08.15
RI Sudah Produksi 423 Juta Ton Batu Bara Sampai Juli 2026
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.10
Penjualan Tesla di China Turun 12,4%, Namun Ekspor Terus Meningkat
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 08.23