China Balas Dendam, Perusahaan Teknologi-Drone AS Kini Kena Getahnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China meluncurkan serangkaian kebijakan baru sebagai respons terhadap sanksi dan pembatasan teknologi dari Amerika Serikat (AS). Kementerian Perdagangan China pada 5 Agustus melarang organisasi dan individu dalam negeri berbisnis dengan tujuh entitas AS, termasuk Compliance Testing LLC, Applied DNA Sciences, dan lainnya. Kebijakan ini disebutkan sebagai langkah balasan atas sanksi AS terkait Xinjiang dan pembatasan teknologi yang diterapkan Washington terhadap perusahaan telekomunikasi, drone, dan komponen lain dari China.
Beijing juga memperketat kontrol ekspor terhadap drone dan teknologi terkait yang ditujukan ke AS, dengan setiap pengiriman akan melalui peninjauan kasus per kasus. Selain itu, China menangguhkan izin bagi lembaga sertifikasi AS untuk melakukan inspeksi pabrik di China, yang berpotensi menyulitkan produsen asal Negeri Paman Sam dalam mendapatkan otorisasi peralatan FCC.
Kebijakan ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan dagang dan teknologi antara AS dan China. Washington terus memperketat akses China ke teknologi dan pasar AS, sementara Beijing membalas dengan pembatasan ekspor dan sanksi terhadap entitas tertentu. Analis menyatakan bahwa langkah ini tidak mengejutkan, mengingat Beijing telah menyiapkan langkah-langkah balasan selama beberapa bulan terakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.15
Ekspor China Tumbuh 23,9% pada Juli 2026, Produk Ini jadi Penopang
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 08.15
AS Resmi Blokir Impor Robot Humanoid China! Rivalitas AI Raksasa Dunia Makin Panas
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 07.56
Balas Dendam, China Hentikan Ekspor Drone Penting ke AS
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 06.56
AS Susun Strategi Senjata Nuklir Baru untuk Potensi Perang Melawan Rusia dan China
Berita terkait
China Respons Seruan Perlambat AI, Sebut Cuma Gertak Sambal
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.30
Rombongan Taipan China Mau Serbu Gedung Putih, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.20
Amerika Ungkap Alasan Sebenarnya China Makin Maju
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.20
AS dan China Berebut Bukit Suci di Kenya, Tersimpan Harta Karun Senilai Rp1.117 Triliun
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 20.47