China "Jajah" Eropa, 300.000 Pekerja Terancam PHK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri manufaktur Eropa berisiko kehilangan sekitar 300.000 pekerjaan sepanjang sisa 2026 akibat persaingan ketat dari produsen komponen asal China. Eurometal, asosiasi perdagangan industri, memperkirakan dampak ini terjadi ketika China mencatat surplus perdagangan dengan Uni Eropa yang mencapai sekitar 1 miliar euro per hari. Tekanan ini ditimbulkan oleh penetrasi kuat produk China, terutama komponen logam dan bahan kimia yang digunakan dalam sekitar 90% aktivitas manufaktur Eropa.
Eurometal akan menggelar aksi protes simbolis di Brussels dengan mengibarkan 10 peti mati bertuliskan "daya saing Uni Eropa", "pekerjaan industri", dan "pabrik-pabrik Eropa" di depan kantor Komisi Eropa. Mereka menyoroti bahwa Komisi Eropa belum sepenuhnya menyadari dampak ekspor China pada tingkat komponen. Presiden Eurometal Alexander Julius menyatakan bahwa China secara terbuka mengincar dominasi dalam rantai pasok global, bukan sekadar sebagai pemasok bahan baku tetapi sebagai pemasok produk jadi.
Meskipun Uni Eropa telah memberlakukan tarif terhadap kendaraan listrik dan baja impor dari China, serta menaikkan tarif baja asing pada Juni 2026, langkah ini dianggap belum menyentuh akar masalah. Julius menegaskan bahwa produsen Eropa tetap memilih membeli komponen dari China untuk memenuhi kepentingan pemegang saham, meskipun ada retorika politik dari Brussels. Komisi Eropa memproyeksikan lebih dari 1 juta pekerjaan berpotensi hilang akibat tingginya biaya energi dan persaingan global, termasuk rencana pengurangan tenaga kerja Volkswagen sebesar 100.000 pekerja hingga 2030.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 21.30
Lawatan ke AS, Xi Jinping Dikabarkan Akan Bawa Rombongan CEO
Berita terkait
China Bela Iran, tapi Hubungan dengan AS Lebih Penting?
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 12.40
Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Ekspor RI, Tumbuh 7,16% hingga Juli 2026
kumparan · 4 September 2026 pukul 03.00
RI Makin Tekor Dagang dengan China, Defisit US$17,67 M Selama 7 Bulan
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.06
Pabrik Asia Menggeliat Berkat AI, Kecuali Indonesia
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 13.30