China Temukan Tambang Emas Raksasa di Dasar Pasifik, Kadarnya Capai 15,4 Gram Per Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim ilmuwan China berhasil menemukan deposit mineral bawah laut berukuran besar di wilayah Pasifik bagian barat. Penemuan ini terjadi selama ekspedisi ilmiah bersama yang melibatkan beberapa lembaga akademik China, termasuk Tsinghua University, Qingdao Institute of Marine Geology, dan Shanghai Jiao Tong University. Deposit mineral tersebut ditemukan di ladang hidrotermal dasar laut, tempat air panas kaya mineral menyembur keluar dari celah-celah dasar samudra.
Bijih mineral yang ditemukan memiliki kandangan emas dan perak yang sangat tinggi. Pada kadar tertingginya, kandungan perak mencapai lebih dari 1 kilogram per ton bijih, sementara kandungan emas mencapai 15,4 gram per ton. Kandungan logam mulianya rata-rata lebih tinggi dibandingkan deposit mineral pada umumnya yang ditemukan di daratan.
Song Shiji, wakil dekan Institute for Ocean Engineering di Tsinghua University dan salah satu ilmuwan utama proyek ini, menyatakan bahwa wilayah pertambangan dasar laut yang luas ini memiliki nilai eksploitasi yang sangat tinggi. Ekspedisi tersebut berangkat dari Shenzhen pada 10 Agustus menggunakan kapal riset oseanografi Xiang Yang Hong 10.
Bagikan
Berita terkait
Geger Temuan Harta Karun Rp 1.588 T di Bawah Tanah, Ini Lokasinya
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.30
Investor China Pilih Malaysia dan Singapura untuk Amankan Aset
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.43
Laba Bersih United Tractors Capai Rp 956 M pada Semester I 2026, Anjlok 88%
kumparan · 8 September 2026 pukul 15.00
Negara Pasifik Minta Pemberitahuan 24 Jam Sebelum Uji Rudal, China Jadi Sorotan
VOI · 5 September 2026 pukul 12.30