Dampak Latihan Angkat Beban selama 20 Tahun terhadap Jantung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analisis skala besar selama 30 tahun terhadap hampir 150.000 orang dewasa menunjukkan bahwa latihan kekuatan (strength training) rutin secara signifikan menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan penyebab lain. Manfaat terbesar terlihat pada durasi sekitar 90 hingga 120 menit per minggu, dengan tidak ada tambahan manfaat signifikan jika durasi ditingkatkan di atas angka tersebut. Dua hingga tiga sesi singkat per minggu sudah cukup untuk melindungi jantung secara nyata.
Mekanisme perlindungan latihan beban bersifat tidak langsung melalui penurunan tekanan darah, fleksibilitas arteri yang lebih baik, dan kesehatan metabolik yang terjaga. Namun, latihan beban saja tidak meningkatkan kebugaran aerobik secara optimal dibandingkan latihan kardio seperti lari atau bersepeda. Kombinasi keduanya memberikan hasil yang lebih baik.
Penting untuk waspada terhadap intensitas yang berlebihan, terutama bagi penderita hipertensi atau kondisi jantung. Latihan beban berat dengan teknik Valsalva dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah akut. Kelompok berisiko tinggi disarankan berlatih dengan intensitas moderat dan mendapatkan izin medis sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
Vape hingga Kantong Nikotin Tetap Berisiko bagi Jantung
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 22.45
Hubungan Jumlah Pushup dengan Kesehatan Jantung dan Umur Panjang
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.50
Konsumsi Gula Berlebihan Tingkatkan Risiko Kerusakan Ginjal
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.21
Jaga Kesehatan Jantung dengan Mengonsumsi 8 Buah Ini
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 05.21