Dari Tempurung hingga Tongkol, Limbah Pertanian Disulap Jadi Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
Tim Peneliti Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengubah limbah pertanian dan perkebunan seperti tempurung, kulit, tongkol, dan sisa tanaman menjadi charcoal dan asap cair secara bersamaan. Proses ini dilakukan melalui pemanasan biomassa dalam kondisi oksigen terbatas menggunakan reaktor pirolisis simultan berdinding tiga (three-layer) dari stainless steel yang dirancang sebagai sistem tertutup. Reaktor ini dilengkapi isolator termal yang dapat dilepas untuk mengurangi kehilangan panas dan meningkatkan efisiensi energi.
Charcoal yang dihasilkan memiliki nilai kalor sekitar 6.000-7.000 kilokalori per kilogram, berpotensi digunakan sebagai sumber energi, bahan briket, bioadsorben, atau penyaring dalam produk pangan seperti virgin coconut oil (VCO). Sementara asap cair, hasil kondensasi uap pirolisis, berpotensi dikembangkan sebagai biopestisida ramah lingkungan untuk sektor pertanian.
Prototipe reaktor ini bekerja pada suhu 300-500 derajat Celsius selama rata-rata 2,5 jam, dengan hasil optimal mencapai 37 persen charcoal dan 42 persen asap cair. Tim juga sedang menguji kestabilan suhu, performa operasional, efisiensi energi, keselamatan operator, dan konsistensi kualitas produk untuk memastikan teknologi dapat digunakan secara stabil dan aman secara berulang.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Cuma PSEL, Pemerintah Punya Cara Baru Tangani Sampah
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 16.15
Menko Pangan: Pirolisis lengkapi PSEL tangani sampah nasional
ANTARA News · 9 Agustus 2026 pukul 09.45
Investasi Hijau Terganjal Kuota PLN, Industri Terpaksa 'Antre' Pasang PLTS Atap
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 19.43
Ahli Panas Bumi Sebut Eksplorasi PLTP Gunung Ungaran Layak Dilanjutkan
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.19