Derita Warga Sesak Napas hingga Mata Perih Dampak Kabut Asap di Palembang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, sehingga warga mengalami dampak kesehatan seperti sesak napas dan mata perih. Beberapa warga ke luar rumah meski kondisi tidak nyaman karena harus bekerja. Warga bernama Nina (22) mengaku mengalami mata perih saat berkendara akibat asap yang lebih pekat dari sebelumnya. Ia mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan. Neni (56) menyampaikan bahwa kebakaran karhutla sudah satu minggu terjadi di dekat perumahannya di kawasan Talang Jambi, sehingga warga tidak bisa tidur karena khawatir api merambat ke rumah. Mereka berharap pemerintah fokus menangani karhutla agar tidak meluas. Amalia (37) juga mengalami sesak napas dan mata perih akibat asap dari karhutla.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 15.35
Foto: Dikepung Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 21.00
Ojol di Palembang Meninggal Usai Sesak Nafas, Diduga Imbas Kabut Asap
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 14.10
Didemo Mahasiswa, Gubernur Herman Deru Minta Maaf Kabut Asap belum Reda
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 07.55
Kabut Asap di Palembang Semakin Pekat, Masuk Kategori Berbahaya
Berita terkait
Kabut Asap Karhutla, 11.370 Warga Riau Terserang ISPA Selama Dua Pekan September
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.47
Kabut asap karhutla menyelimuti Palembang
ANTARA News · 5 September 2026 pukul 14.17
5 Puskesmas di Palembang Disiagakan 24 Jam Tangani Warga Kena ISPA
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.30
Guru di Banjarmasin Meninggal Usai Asma Kambuh di Tengah Asap Karhutla
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 11.18