Desa yang Kehilangan Tambang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Desa Tanjung Limau di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengalami penurunan ekonomi akibat terhentinya operasional dua perusahaan batu bara utama, yaitu KDC dan MKE. Sebelumnya, aktivitas pertambangan mempekerjakan sekitar 2.000 orang dan menggerakkan usaha warga seperti rumah kos, jasa binatu, hingga warung makan. Namun, pemutusan hubungan kerja massal dalam dua tahun terakhir menyebabkan pendapatan warga merosot hingga 70 persen, disertai berhentinya bantuan sosial dan perbaikan infrastruktur dari pihak perusahaan.
Menghadapi hilangnya mata pencaharian utama dari sektor tambang, masyarakat setempat beralih memanfaatkan potensi wisata pesisir dan konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Desa Tanjung Limau kini mengandalkan 14 destinasi wisata, termasuk Pantai Panrita Lopi, lokasi pemancingan, serta titik penyelaman bawah laut. Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), mantan pekerja tambang dirangkul untuk beralih profesi menjadi motoris kapal wisata dan pelaku kegiatan pembibitan mangrove guna memulihkan perekonomian lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 20.18
Grebeg Saparan Klaten Sedot 50 Ribu Pengunjung, Pesanan Apem Tembus 7 Ton
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.14
KPK Konfirmasi Geisz Chalifah soal Jual Beli dengan Tersangka di Kukar
Berita terkait
Bebizie Jelaskan Posisi Dirinya di Kasus Batu Bara Kukar
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 00.45
KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie di Kasus Korupsi Batu Bara
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.23
Pulihkan Ekonomi, Pemkab Aceh Tengah Kebut Revitalisasi Kawasan Mendale
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.38
Pemerintah Siapkan Icomex, Harga CPO hingga Nikel Ingin Lebih Ditentukan Indonesia
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 10.56