Di Depan Pengusaha Ritel, Airlangga Ungkap Efek Biaya QRIS Dinolkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menggratiskan biaya transaksi QRIS bagi merchant. Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan kesepakatan merchant terhadap pembayaran digital. Saat ini, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant, dengan 96,68% darinya adalah pelaku UMKM. Airlangga menyatakan digitalisasi pembayaran penting untuk pengembangan sektor ritel, meskipun memerlukan investasi untuk keamanan sistem. Sistem pembayaran QRIS menjadi urat nadi aktivitas ekonomi yang menghubungkan masyarakat dengan pelaku usaha. Kebijakan MDR QRIS 0% untuk transaksi hingga Rp100.000 akan efektif 1 Oktober 2026, diikuti dengan MDR QRIS 0% untuk UMKM hingga Rp500.000 sejak 17 Agustus 2026. Kebijakan ini sejalan dengan blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dan Asta Cita pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2026 mencapai 5,45%, tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Konsumsi rumah tangga pada triwulan II-2026 tumbuh 5,06% dan berkontribusi 53,32% terhadap PDB. Indeks keyakinan konsumen masih di atas 100, dan PMI manufaktur berada di atas 50. Airlangga optimis terhadap perekonomian pada semester II-2026 dan memberi penghargaan kepada peritel Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.14
Airlangga soal QRIS Bebas Biaya: Pedagang Senang
Berita terkait
Video: Transaksi QRIS Hingga Rp 500 Ribu Gratis, Apa Kata Acquirer?
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.50
44,86 Juta Merchant Terima Pembayaran Pakai QRIS, 96,68 Persennya UMKM
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 17.45
BI dorong digitalisasi pembayaran UMKM untuk perluas pembiayaan
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 09.22
Pengguna QRIS Tembus 65,77 Juta
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 06.00