Dibantu Turki dan Mesir, Arab Saudi Pilih Perang Besar-besaran dengan Houthi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi sedang menyiapkan respons militer besar-besaran terkoordinasi dengan bantuan Turki dan Mesir setelah serangan Houthi di Yaman. Koalisi ini melibatkan serangan darat, laut, dan udara dengan penempatan pasukan tambahan di perbatasan Saudi-Yaman. Turki menjadi peserta utama dengan mengirim sistem pertahanan dan jet tempur, sementara Mesir berperan operasional. Saudi meminta bantuan Amerika Serikat untuk intelijen dan penargetan. Peneliti Nawaf Obaid menyatakan persiapan kampanye intensif memerlukan waktu karena berpotensi kendali yang sulit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 September 2026 pukul 14.11
AS Peringatkan Warganya Waspada Bepergian ke Timur Tengah
Detik.com · 20 September 2026 pukul 11.27
Yaman Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 07.00
Riyadh Diserang Rudal Houthi, Asap Hitam Membumbung Dekat Bandara
kumparan · 20 September 2026 pukul 04.00
Houthi Serang Fasilitas Aramco di Dekat Bandara Riyadh, Asap Hitam Membubung
Berita terkait
Siapa Houthi Yaman dan Mengapa Berperang Melawan Arab Saudi?
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 11.34
Mengapa 'NATO Islam' Tak Menolong Arab Saudi dari Serangan Houthi Yaman?
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 06.59
3 Negara Arab yang Segera Bergabung dengan Pakta Mekkah, Semuanya Sekutu AS
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 04.40
Aliansi Makkah ala NATO Diperluas, Turki Yakin Mesir Ikut Gabung
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 11.40