Mengapa 'NATO Islam' Tak Menolong Arab Saudi dari Serangan Houthi Yaman?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan rudal Houthi Yaman pada Selasa menewaskan lebih dari 70 orang di selatan Arab Saudi dan memicu kebakaran fasilitas minyak. Serangan ini terjadi pasca-tandatanganan pakta pertahanan bersama di Makkah antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki, yang sering disebut 'NATO Islam'. Namun, aliansi ini belum merespons secara militer terhadap serangan Yaman. Pakistan menegaskan tidak ada diskusi tentang respons militer saat ini, meskipun menyatakan akan mematuhi perjanjian bila saatnya tiba.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 September 2026 pukul 22.23
Janji Trump ke Arab Saudi Usai Tolak Serang Houthi
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 15.30
Houthi Rebut Satu Pulau, Arab Saudi Minta Tolong AS
Detik.com · 12 September 2026 pukul 10.46
Tolak Serang Houthi, Trump Janjikan Dukungan Intelijen AS ke Arab Saudi
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 21.08
Belum Kuasai Selat Hormuz, Trump Tolak Ajakan Arab Saudi Serang Houthi di Yaman
Berita terkait
3 Negara Arab yang Segera Bergabung dengan Pakta Mekkah, Semuanya Sekutu AS
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 04.40
Pangeran Mohammed bin Salman Minta Bantuan AS untuk Serang Houthi, tapi Amerika Menolak
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 07.37
Siapa Saja Aktor Utama yang Terlibat Perang Yaman?
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 10.31
Houthi Peringatkan Turki dan Pakistan Tidak Dukung Arab Saudi dalam Perang di Yaman
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 19.29