Diet Tinggi Protein dan Stres Bisa Picu Bau Mulut, Ini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pola makan tinggi protein dan stres dapat memicu bau mulut (halitosis) melalui dua mekanisme utama. Stres mengurangi produksi air liur, membuat mulut kering dan sisa makanan mudah bertahan. Sementara itu, protein tinggi meninggalkan sisa makanan yang dimanfaatkan bakteri untuk menghasilkan senyawa sulfur volatil seperti Hidrogen Sulfida dan Metil Merkaptan, menyebabkan bau mulut. Penulis menekankan pentingnya kebersihan mulut, cukup cairan, pola makan seimbang, dan pengelolaan stres sebagai faktor penghalus bau mulut. Di samping itu, studi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan IQVIA pada 2024 menunjukkan 62% responden mengalami gigi sensitif tinggi, dengan 86% penderita merasa cemas saat rasa sakit. Tren perawatan gigi kini mengadopsi konsep 'skinification' dengan bahan aktif seperti Zinc Glycinate, Enzyme Complex, dan Hydroxyapatite untuk mengatasi bau mulut dan gigi sensitif. Perawatan mulut tidak cukup hanya rutinitas, melainkan bagian ritual perawatan diri yang berpengaruh pada kualitas hidup.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.58
Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Memicu Bau Mulut, Ini Penyebabnya
Berita terkait
5 Penyebab Plak Terus Menumpuk di Gigi, bukan Cuma Jarang Sikat Gigi
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.53
5 Penyebab Plak Terus Menumpuk, bukan cuma Jarang Sikat Gigi
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.53
Studi di 22 Negara Ungkap Persahabatan Erat Berdampak Positif Bagi Kesehatan
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 12.02
9 Tips Mengatasi Bau Mulut Paling Ampuh
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 22.30