Luhut Ungkap Digitalisasi Bansos Nasional Diluncurkan Oktober 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia akan meluncurkan digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional pada pekan ketiga Oktober 2026. Program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi masalah data penerima yang belum terintegrasi sepenuhnya, sehingga sering kali terjadi salah sasaran. Digitalisasi dilakukan dengan sistem Digital Public Infrastructure (DPI) yang menggabungkan identitas digital, pertukaran data antarinstansi, dan pembayaran digital berbasis biometrik. Masyarakat dapat mengecek dan mengajukan bansos secara mandiri melalui portal resmi menggunakan NIK, dengan verifikasi otomatis menggunakan data Dukcapil, kepemilikan kendaraan, dan status ASN. Sistem juga memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meminimalkan kesalahan verifikasi. Dengan implementasi ini, diharapkan penyaluran bansos menjadi lebih akurat, tepat sasaran, dan transparan. Luhut menyatakan bahwa meskipun masih ada tantangan terkait akurasi data desil, kerja sama lintas instansi diyakini dapat mengurangi masalah tersebut hingga minimal pada tanggal peluncuran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 14.49
Digitalisasi Bansos Diluncurkan Oktober, Luhut: Hemat Anggaran Rp1.200 Triliun
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.46
Luhut Ungkap 50% Bansos Salah Sasaran, Sistem Digital Diluncurkan Oktober
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 15.41
Pemerintah Cari Cara Biar Dana Bansos dan Subsidi Tak Dipakai Judi Online
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.55
Bye Koruptor! 50 Juta Warga Miskin RI Dapat Bantuan via Transfer Duit
Berita terkait
Luhut Bilang Skema Bansos Bakal Diubah, Penerima Dicek Pakai Biometrik
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.53
Ketika Kota Semakin Pintar, Apakah Warga Semakin Nyaman?
kumparan · 1 September 2026 pukul 12.00
Luhut Pamer 3 Keunggulan AI Pemerintah yang Bakal Rilis Oktober 2026
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 04.45
Luhut Ungkap Data Bansos Salah Sasaran: Dulu 77,6%, Kini di Bawah 5%
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 12.06