Dobrak Dominasi China,Raksasa Baterai India Buru Tambang Nikel di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perusahaan mineral kritis India, Lohum, mengincar akuisisi tambang nikel di Indonesia dan Filipina untuk mendukung ekspansi produksinya hingga 10 kali lipat. Langkah ini bertujuan memenuhi lonjakan permintaan bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) global. Founder dan CEO Lohum, Rajat Verma, menyatakan target peningkatan kapasitas produksi nikel hingga 10.000 metrik ton per tahun dalam 18 bulan ke depan, dari kapasitas saat ini sekitar 1.000 ton per tahun melalui fasilitas daur ulang di Gujarat, India. Ekspansi agresif ini merupakan bagian dari strategi India untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan yang didominasi China dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global baterai hijau. Untuk mendanai rencana ini, Lohum sedang bernegosiasi dengan investor potensial untuk menggalang dana sebesar 10 miliar rupee (sekitar USD105 juta) dari ekuitas, sementara tambahan utang sebesar 20 miliar rupee diperkirakan akan digaet dalam 12 hingga 18 bulan mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 22 September 2026 pukul 08.45
Kadar Nikel Makin Rendah, Industri Smelter Indonesia Hadapi Tantangan Baru
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 20.34
Bijih Nikel RI Makin Rendah Kadarnya, Industri Smelter Hadapi Tantangan
Berita terkait
Dobrak Dominasi China,Raksasa Baterai India Buru Tambang Nikel di Indonesia
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 21.41
Apple Pay Segera Masuk India, Indonesia Kapan?
Detik.com · 19 September 2026 pukul 20.00
Jejak Perdagangan Ilegal dari Satwa Langka di India
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.22
Volvo Hadirkan Truk Berkapasitas 77 Ton untuk Tambang Nikel, Bisa Hemat Biaya 10%
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 11.00