Dokter Ungkap Kandungan Logam Abu Krakatau Pemicu Sesak Napas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 8 September 2026 menghasilkan abu vulkanik yang menyebar hingga Jabodetabek dan Jawa Barat. Dokter Virginia Nurya Hikmawati menyatakan abu vulkanik lebih berbahaya daripada debu biasa karena mengandung logam, kuarsa, dan silika yang dapat memicu peradangan paru paru. Partikel PM2.5 pemicu serangan asma, PPOK, dan gangguan jantung, terutama bagi kelompok rentan. Pemerintah menambah alokasi anggaran mitigasi bencana dan menutup delapan bandara. Masyarakat disarankan memakai masker, membatasi mobilitas, serta mencuci tubuh di rumah. Status Krakatau dipertahankan Level III Siaga dengan radius 3 km.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.21
Ketika Abu Anak Krakatau Jatuh, Mengapa Terlalu Banyak Suara Justru Bisa Membingungkan?
Detik.com · 7 September 2026 pukul 14.21
Warga Curhat Sulit Cari Masker KN95 Saat Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.15
Wagub Lampung Ungkap 2.416 Kasus ISPA Imbas Paparan Abu Anak Krakatau
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 16.46
Waspada Abu Vulkanik, Dude Harlino Batasi Aktivitas Anak hingga Terapkan Sekolah Online
Berita terkait
Pakar Ungkap Bahaya Abu Vulkanik setelah Erupsi Selesai
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 11.45
Warga Tangerang Berebut Beli Masker Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 07.36
BNPB imbau warga di tiga wilayah terdampak Gunung Anak Krakatau gunakan masker
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 16.08
Antisipasi Dampak Gunung Anak Krakatau, Pemkot Sukabumi masih Berlakukan Pembelajaran Daring
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.37