Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Dokter Ungkap Kandungan Logam Abu Krakatau Pemicu Sesak Napas

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 8 September 2026 menghasilkan abu vulkanik yang menyebar hingga Jabodetabek dan Jawa Barat. Dokter Virginia Nurya Hikmawati menyatakan abu vulkanik lebih berbahaya daripada debu biasa karena mengandung logam, kuarsa, dan silika yang dapat memicu peradangan paru paru. Partikel PM2.5 pemicu serangan asma, PPOK, dan gangguan jantung, terutama bagi kelompok rentan. Pemerintah menambah alokasi anggaran mitigasi bencana dan menutup delapan bandara. Masyarakat disarankan memakai masker, membatasi mobilitas, serta mencuci tubuh di rumah. Status Krakatau dipertahankan Level III Siaga dengan radius 3 km.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait