Pakar Ungkap Bahaya Abu Vulkanik setelah Erupsi Selesai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap bahaya abu vulkanik meski erupsi telah usai karena partikel debu dapat terangkat kembali ke udara (resuspensi). Dr. dr. Sukamto Koesnoe dari PAPDI menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung silika dengan partikel tajam berukuran PM10 dan PM2.5 yang dapat masuk ke saluran napas bawah, sehingga berisiko memicu gangguan kesehatan terutama bagi lansia dan penderita penyakit kronis.
Untuk mitigasi, masyarakat disarankan menggunakan masker standar tinggi seperti N95, KN95, atau FFP2 dengan segel rapat, serta melengkapi vaksinasi influenza dan pneumokokus. Saat ini, erupsi sejumlah gunung api, termasuk Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III Siaga, telah berdampak luas. Sebaran abunya menyebabkan penutupan delapan bandara di empat provinsi, mengganggu ribuan penerbangan, serta memengaruhi ratusan ribu penumpang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.21
Ketika Abu Anak Krakatau Jatuh, Mengapa Terlalu Banyak Suara Justru Bisa Membingungkan?
VOI · 8 September 2026 pukul 11.30
PAM Jaya Pastikan Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Pengaruhi Kualitas Air Jakarta
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 10.59
Dokter: Waspadai dampak abu vulkanik meski erupsi telah usai
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.57
Update Terkini Abu Vulkanik Imbas Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
ISPA di Lampung Naik Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Terkini Ada 76 Kasus
Detik.com · 8 September 2026 pukul 07.46
Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Bagi Tubuh: Jangan Keluar Rumah
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.00
Abu Anak Krakatau Bikin Masker Langka, Pramono: Jangan Mainkan Harga
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 18.00
Pemprov DKI perpanjang masa PJJ antisipasi sebaran abu vulkanik
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 17.58