Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Donald Trump Prediksi Konflik AS-Iran Berakhir Usai Pemilu Sela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi konflik dengan Iran akan berakhir setelah pemilihan umum sela Kongres pada November 2026. Trump berargumen bahwa tekanan ekonomi dan militer AS akan memaksa Teheran untuk menghentikan konfrontasi. Namun, posisi politiknya dan Partai Republik tengah mengalami tekanan, dengan risiko kehilangan kendali DPR ke Partai Demokrat. Trump sendiri mengakui kemungkinan kekalahan dan khawatir Partai Demokrat akan mencoba memakzulnya jika mereka menguasai Kongres.

Eskalasi ketegangan militer AS-Iran meningkat setelah serangan terhadap tujuh tanker minyak di Teluk Persia, yang mendorong harga minyak mencapai US$100 per barel. Serangan udara AS menghantam Pulau Qeshm, Iran, menewaskan sekeluarga termasuk pasangan suami istri dan balita mereka, sementara dua anak lain berhasil diselamatkan. Menkeu AS Scott Bessent mendesak isolasi ekonomi penuh terhadap Iran dan ancam sanksi bagi negara yang mendukung rezim Tehran.

Trump membantah laporan stok amunisi AS yang menipis, menyebutnya hoax dan mengancam pembocor informasi. Ia juga menjanjikan dividen US$5.000 per warga dewasa jika Republik menang, sementara survei menunjukkan penurunan kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonominya. Demokrat kini lebih dipercaya menangani isu biaya hidup dan inflasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait