DP 0% Motor Listrik, APPI Bongkar Tantangan Besar di Lapangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rencana mendorong penggunaan motor listrik secara nasional melalui program uang muka atau DP 0 persen serta cicilan murah dinilai belum cukup untuk menarik minat masyarakat luas. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menegaskan bahwa kemudahan fasilitas pembiayaan harus diimbangi dengan kesiapan ekosistem kendaraan listrik serta fasilitas pendukung yang memadai di lapangan.
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menjelaskan bahwa penggunaan motor listrik saat ini masih terpusat pada ekosistem perusahaan ojek daring, sehingga belum mencerminkan tingkat kepemilikan pribadi oleh masyarakat umum. Pola penggunaan harian dan ketersediaan infrastruktur energi, seperti stasiun penukaran baterai (battery swap), menjadi faktor krusial yang dipertimbangkan konsumen, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi dan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
APPI menilai peralihan dari kendaraan konvensional menuju motor listrik membutuhkan proses adaptasi dan alasan yang kuat bagi masyarakat untuk mengubah kebiasaan mereka. Keberhasilan program ini bergantung pada perluasan jaringan penukaran baterai yang merata serta adanya insentif pendukung yang mampu menjawab kebutuhan nyata para pengendara di jalan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 15.00
Komisi VII Dorong Penguatan Industri Kendaraan Listrik Nasional
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 21.00
Kemenperin Dorong IKM Lokal Jadi Pemasok Komponen Kendaraan Listrik
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.27
Kapan Insentif Kendaraan Listrik Berlaku? Menperin Bilang Gini
Berita terkait
Video: Moeldoko Ungkap Urgensi Insentif Truk Logistik dan Bus Listrik
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 17.00
Mencari Pom Listrik di Bandung Kini Cukup dari Genggaman Tangan
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 14.19
PLN Tambah SPKLU Signature di Depok, Total Jaringan Capai 5.081 Unit
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 19.00
Subsidi Pembiayaan Molinas Saja Tak Cukup, NPL Multifinance Terancam Bisa Memburuk
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 14.14