DPRD Bekasi Respons Tuntutan Buat Pansus soal Pengelolaan Anggaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) mendesak DPRD Kota Bekasi membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menelusuri dugaan pelanggaran pengelolaan anggaran Pemerintah Kota Bekasi. Umar S, Ketua AMI, menuding Wali Kota Bekasi terlibat manipulasi anggaran dan korupsi dalam pengadaan ambulans serta mobil jenazah tahun 2022-2023 dengan nilai Rp5,4 miliar. AMI menuntut penyelidikan lebih lanjut dan proses hukum jika ditemukan unsur pidana.
DPRD Kota Bekasi, melalui Ketaranya Sardi Efendi, menyatakan aspirasi mahasiswa akan dipertimbangkan dalam pembentukan Pansus. Namun, pembentukan Pansus memerlukan dukungan seluruh fraksi DPRD serta Badan Musyawarah. DPRD akan berkoordinasi dengan Inspektorat Kota Bekasi untuk memverifikasi temuan dugaan pelanggaran dalam pengadaan tersebut.
Kedua pihak berupaya mencari solusi melalui proses hukum dan kontrol internal demi transparansi pengelolaan keuangan daerah. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap mengenai potensi pelanggaran anggaran dan tindak lanjut yang diperlukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 17.07
Usut Kasus Dugaan Jual-Beli Kursi, KPK Panggil Guru Besar Unsoed, Warek, hingga Dosen
Berita terkait
KPK Duga Guru SMA di Tasikmalaya jadi Koordinator Pengepul Calon Mahasiswa Baru Unsoed
JawaPos · 11 September 2026 pukul 21.15
Diperiksa KPK, Ketua DPRD Kota Bengkulu Ngaku Tak Tahu soal Aliran Dana
Detik.com · 11 September 2026 pukul 20.59
KPK Ungkap Peran Guru SMA dalam Kasus Korupsi Rektor Unsoed
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 19.41
KPK sita dokumen penitipan calon maba Unsoed usai geledah enam lokasi
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 17.24