Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dulu Disambut, Kini Pengungsi Rohingya Hadapi Penolakan di Malaysia

Warga Rohingya yang dulunya diterima di Malaysia kini semakin diperlakukan diskriminasi. Mantan PM Najib Razak tahun 2017 menyerukan perlindungan, namun sembilan tahun kemudian penolakan makin kuat. Anak-anak Rohingya tidak boleh sekolah di sekolah negeri, harus belajar di pusat komunitas yang sering digerebek. Sekolah ditutup, siswa dihukum tidak boleh pakai seragam, harus langsung pulang. Pengungsi diusir dari desa, ketakutan meningkat. PBB kira lebih dari 126.000 Rohingya di Malaysia, kandang utama kedua setelah Bangladesh. Sentimen anti-Rohingya membanjiri media sosial, petisi usir mengumpulkan 420.000 tanda tangan. Tokoh publik seperti Nurulhidayah Zahid dan Ayob Khan Mydin Pitchay menyebut Rohingya seperti monyet atau kanker. PM Anwar Ibrahim sebut 5.000 pengungsi akan dikembalikan ke Myanmar. Komunitas merasa tidak diinginkan di mana pun.

Berita terkait