Dunia Kecam Rencana Israel Bangun Permukiman Ilegal E1 di Tepi Barat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Israel berencana membangun 1.200+ rumah ilegal di E1, menghubungkan Jerusalem Timur dengan Maale Adumim, membelah Tepi Barat. Enam negara Eropa (Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Kanada, Norwegia) menuntut pembatalan proyek tersebut, menyebutnya melanggar kontiguitas Palestina. PBB khawatir dan menyatakan dukungan terhadap penolakan internasional. Malaysia, Mesir, dan berbagai pihak menyatakan penolakan keras. Proyek E1 direncanakan 3.400 unit hunian di wilayah 12 km², dianggap menghapus Palestina dari meja perundingan. Pembangunan mempercepat pasca-perang Gaza Oktober 2023, dipicu oleh kepentingan politik domestik Israel menjelang pemilu Oktober 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 21.00
Serangan Israel Sebabkan Pengungsian Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 2023
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.50
Eropa-Kanada Ngamuk ke Israel, Marah Besar Lihat Ini
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 15.30
Enam Pemimpin Eropa Minta Israel Tarik Rencana 1.234 Rumah di Permukiman E1
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.12
Kanselir Jerman Kecam Menteri Israel Soal Bunuh Warga Palestina!
Berita terkait
Rencana Israel Buka Tender Permukiman di E1 Tepi Barat Panen Kecaman Negara Barat
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 04.37
Israel Akhirnya Akui Tembaki Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab, Bocah 5 Tahun di Gaza
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.01
Israel Akhirnya Akui Tentaranya Tembaki Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.10
Israel Siapkan Penjara Khusus Terpidana Mati yang Dilengkapi Ruang Eksekusi
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 08.00