Ebola di Kongo sebabkan 4.018 orang meninggal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menelan 4.018 korban jiwa, dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 7.980 kasus di tujuh provinsi. Data dari Lembaga Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo (INSP) menunjukkan tingkat kematian mencapai 48,4 persen, sementara 2.162 pasien telah dinyatakan sembuh. Wabah ini bertahan sejak 2018 dan menjadi kekhawatirkan karena potensi penyebaran ke negara tetangga. Direktur Jenderal Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Afrika, Jean Kaseya, menyatakan bahwa virus Ebola menjadi ancaman serius bagi stabilitas kesehatan regional. Pemerintah dan lembaga internasional terus berupaya mengendalikan penyebaran melalui vaksinasi, pengawasan kasus, dan intervensi medis di wilayah yang terdampak. Namun, kondisi infrastruktur kesehatan yang lemah dan konflik sosial di sejumlah daerah menghambat upaya penanggulangan. Kasus Ebola diperkirakan jauh lebih tinggi dari laporan resmi akibat akses terbatas ke fasilitas kesehatan dan budaya lokal yang menghambat pelaporan.
Bagikan
Berita terkait
Wabah Mematikan Tembus 5.000 Kasus: Tak Terkendali-Belum Ada Obatnya
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 05.30
Wabah Ebola RD Kongo Melampaui 5.000 Kasus dengan 2.000 Lebih Kematian
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.12
Ledakan Ebola di RD Kongo Capai 6.757 Kasus
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.02
6.757 Kasus Ebola di Kongo, Hampir Setengah Berakhir dengan Kematian
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 20.44